Management is about Human Being

Tulisan ini diambil dari buku yang ditulis oleh Peter Drucker yang berjudul “ The Essensial Drucker”. Buku yang mengangkat gagasan Peter Drucker tentang manajemen selama enam puluh tahun berkarya, menjadi menarik untuk kita lihat, bahwa sejak awal Drucker telah menyataan bahwa dalam bisnis yang terpenting bukan menciptakan profit (creating profit) namun menciptakan pelanggan (creating customers). Kalimat yang terkenal dari Drucker sebagai berikut;




Sumber: The Essensial Drucker, Peter F. Drucker, Harper Collins: New York, 2008

Dalam tahun-tahun terakhir, kita melihat begitu nyata keunggulan bisnis yang didorong oleh inovasi, terutama dalam inovasi yang berhubungan dengan teknologi informasi dan digitalisasi.  Dahulu inovasi hanya milik perusahaan besar yang mampu menginvestasikan sumberdaya pada unit kerja  penelitian dan pengembangan. Sedangkan perusahaan menengah dan kecil karena keterbatasan sumberdaya tidak banyak yang melaksanakan inovasi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan akses terhadap teknologi yang semakin luas bagi seluruh kalangan, inovasi dewasa ini banyak terlihat justru pada perusahaan skala kecil yang baru tumbuh yang kita kenal dengan istilah startup company.    Inovasi merupakan realisasi ide kreatif yang menciptakan nilai tambah sehingga dapat menjadi kapitalisasi pada hasil bisnis. Inovasi dapat kita lihat hasilnya sebagai suatu penciptaan nilai tambah pada proses atau juga suatu penciptaan nilai tambah pada produk. Jadi inovasi dapat berupa inovasi proses dan inovasi produk. Pada kegiatan inovasi produk, sering kali didapat hasil yang luar biasa, seperti mobil terbang, robot, dll. Kegiatan inovasi yang menghasilkan penemuan produk baru kita kenal dengan istilah invention (penemuan). Sedangkan inovasi proses dapat juga dilakukan secara radikal dan menyeluruh yang kita kenal dengan konsep process reengeneering.


Lebih lanjut menurut Drucker, kepentingan utama dalam sebuah disiplin dan praktek manajemen adalah memunculkan kewirausahaan (entrepreneurship) dan inovasi. Organisasi akan menurun kinerjanya dengan cepat apabila tidak melakukan inovasi, dan bagi organisasi baru  akan tutup jika tidak mampu mengelola inovasi. Dalam fakta jaman sekarang bahwa inovasi sosial menjadi semakin nyata berdampak signifikan bagi dunia usaha dibandingkan temuan (invension) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknik. Dalam hal ini, manajemen memegang peranan penting dalam mengupayakan terwujudnya inovasi bagi suatu organisasi.


Walaupun pada hakekatnya manajemen merupakan serangkaian kegiatan untuk mengelola sumberdaya organisasi dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien melalui fungi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Namun Drucker dalam konsepnya menekankan bahwa fundamental dari kegiatan manajemen adalah membuat orang mampu mencapai kinerjanya melalui visi organisasi, nilai organisasi, dan struktur organisasi serta pelatihan dan pengembangan yang membuat mereka mampu merespons perubahan dengan tepat.  Jadi obyek manajemen menurut Drucker tidak hanya pekerjaan (task), namun juga merupakan orang (people) dalam konteks sumberdaya organisasi. Berbeda dengan Warren Bennis yang menekankan bahwa manajemen merupakan kegiatan do the things right yang obyeknya adalah menyelesaikan pekerjaan. Warren Bennis juga menyatakan bahwa manajemen berbeda dengan leadership, dimana leadership merupakan kegaitan do the right things yang merupakan esesnsi dari keteladanan, moral, panutan dalam bertindak. Terlepas dari dikotomi pembedaan manajemen dan leadership, dapat kita lihat bahwa di dalam manajemen memerlukan aaspek leadership, terutama ketika melaksanakan fungsi actuating dalam rangkaian planning, organizing, actuaring, dan controlling. Dalam melaksanakan actuating , seorang manajer berperan sebagai konduktor untuk menggerakan orang lain melaksanakan rencana yang telah dikemas dalam organisasi pelaksana. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa manajemen dan leadership adalah suatu yang saling melengkapi (komplementer) dalam rangka melaksanakan tugas mencapai hasil (kinerja), yaitu get things done through other people.
Berikut merupakan beberapa konsep Drucker yang dirangkum dalam artikel yang ditulis oleh Scott Thurm and Joann S. Lublin dari sumber the Essensial Drucker;


Sumber: Scott Thurm and Joann S. Lublin, https://www.wsj.com/articles/SB113192826302796041


Dari gambar rangkuman konsep manajemen Peter Drucker diatas, dapat kita katakan bahwa manajemen yang baik akan mendorong organisasi mencapai tujuannya melalui pencapaian kinerja para anggotanya. Kinerja yang dicapai melalui persamaaan tujuan (visi), persamaaan nilai (values), dan struktur (organisasi) yang efektif dan produktif, sehingga membuat semua anggota organisasi mampu mengantisipasi perubahan karena memiliki kompetensi yang cukup yang diperoleh lewat pelatihan dan pengembangan yang baik. Aspek produktivitas karyawan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, sehingga organisasi akan mampu bersaiang dalam inovasi dan marketing. Subyek utama dalam seluruh kegiatan manajemen yang diperlukan tersebut merupakan karyawan (people) uang memerlukan pengukuran, karena manusia pada dasarnya adalah makhluk yang ingin berbeda dari orang lain, sehingga pengukuran kinerja secara menyeluruh, baik dari aspek proses dan hasil merupakan juga bagian dari obyek kegiatan manajemen. 


Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Groupwww.ccg.co.id / 021. 29022128















Previous
Next Post »