Business Model Innovation

Istilah inovasi dewasa ini sudah tidak asing lagi dan menjadi semakin dekat serta akrab dengan kehidupan masyarakat modern. Hampir semua sektor kehidupan saat ini sedang mengalami perubahan. Para ahli sudah tidak lagi bicara globalisasi, namun sudah lebih dari itu melihat adanya integrasi yang terjadi antara produk dan teknologi. Pertumbuhan ekonomi saat ini sedang mengalami anomali, dimana satu sisi terlihat banyak industri sedang mengalami kesulitan, misalnya sektor retail, otomotif, dan properti. Namun di sisi lain kita juga menjumpai sektor industri yang meningkat seperti pariwisata, jasa pengiriman, dan restaurant. Sebagian ahli berpendapat sedang terjadi suatu perubahan prilaku membeli masyarakat dari cara konvensional menjadi cara online. Misalkan orang lebih senang mengeluarkan uang untuk pergi berlibur ke tempat wisata atau makan di restaurant daripada membeli motor atau mobil baru. Hal ini tidak terlepas dari gaya hidup yang didorong oleh media sosial yang mendorong masyarakat untuk tampil dan eksis di media sosialnya masing-masing.


Dampak dari perubahan perilaku berbelanja masyarakat ini tentu membawa dampak terhadap pelaku industri. Duania usaha perlu merubah cara memasarkan produknya. Di sinilah inovasi bisnis menjadi suatu keharusan untuk dilakukan. Peter Drucker seorang guru manajemen pernah mengatakan bahwa ada dua hal yang paling penting dalam bisnis yaitu marketing dan inovasi, sedangkan hal lainnya merupakan faktor biaya. Dahulu inovasi hanya milik perusahaan besar yang mampu menginvestasikan sumberdaya pada unit kerja penelitian dan pengembangan. Sedangkan perusahaan menengah dan kecil karena keterbatasan sumberdaya tidak banyak yang melaksanakan inovasi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan akses terhadap teknologi yang semakin luas bagi seluruh kalangan, inovasi dewasa ini banyak terlihat justru pada perusahaan skala kecil yang baru tumbuh yang kita kenal dengan istilah startup company.

Inovasi merupakan realisasi ide kreatif yang menciptakan nilai tambah sehingga dapat menjadi kapitalisasi pada hasil bisnis. Inovasi dapat kita lihat hasilnya sebagai suatu penciptaan nilai tambah pada proses atau juga suatu penciptaan nilai tambah pada produk. Jadi inovasi dapat berupa inovasi proses dan inovasi produk. Pada kegiatan inovasi produk, sering kali didapat hasil yang luar biasa, seperti mobil terbang, robot, dll. Kegiatan inovasi yang menghasilkan penemuan produk baru kita kenal dengan istilah invention (penemuan). Sedangkan inovasi proses dapat juga dilakukan secara radikal dan menyeluruh yang kita kenal dengan konsep process reengeneering.




Sumber: The Business Model Navigator, Oliver Gassmann, 2014



Ketika semua pelaku usaha berlomba melakukan inovasi produk dan inovasi proses, maka akan berdampak bahwa inovasi produk dan inovasi proses bukan lagi menjadi daya pembeda atau menjadi keuanggulan kompetitif. Dalam hal ini Oliver Gassman menawarkan adalanya konsep inovasi bisnis model sebagai suatu keunggulan yang mampu menjadi faktor pembeda dengan kompetitor. Inovasi bisnis model diartikan sebagai “a new logic of how a company creates and captures value by changing multiple dimentions of product and process.”


Inovasi bisnis model adalah suatu integrasi dari berbagai dimensi variabel keunggulan yang ada di dalam suatu perusahaan. Variabel-variabel keunggulan seperti kualitas produk, kecepatan pelayanan, merk terkenal, dll tidak bisa lagi ditwarkan secara parsial kepada pelanggan. Dimensi-dimensi tersebut perlu dikemas secara terintegrasi sehingga menghasilkan resultan bisnis yang dasyat.


Inovasi bisnis model ini terdiri dari 4 dimensi utama yang perlu kita temukan dalam peusahaan kita masing-masing, yaitu; 
1) siapa pelanggan kita sebenarnya (customer focus), 
2) Nilai tambah apa yang kita tawarkan kepada pelanggan tsb (value proposition), 
3) Bagaimana cara menciptakan nilai tambah tadi secara unik (value chain), 
4) Bagaimana profit model atau revenue model atas produk yang kita tawarkan tadi. Berikut contoh inovasi bisnis model yang dilakukan oleh skype dalam buku The Business Model Navigator, Oliver Gassmann, 2014






Sumber: The Business Model Navigator, Oliver Gassmann, 2014


Pembelajaran yang dapat kita ambil dari konsep inovasi bisnis model ini adalah, bagaimana perusahaan saat ini dituntut untuk mempu mengellola berbagai sumberdaya perusahaan secara kolaboratif dan integratif untuk menghasilkan resultan bisnis sebagai sinergi dari berbagai dimensi yang ada dalam peusahaan. Dalam hal ini kerja sama interdependency berdasarkan personal mastery dari berbagai pihak yang dipimpin oleh kepemimpinan yang solid akan membentuk keunggulan organisasi (great organization) dalam suatu wadah collective genius.




 Penulis :  DR. MARTINUS TUKIRAN




Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Groupwww.ccg.co.id / 021. 29022118






Previous
Next Post »